Minggu, 14 November 2021

Deretan Batu yang Unik di Gunungkidul, Watu Gendong


Travelingkuy88 - Selain memiliki banyak wisata pantai, Kabupaten Gunungkidul ternyata juga memiliki objek wisata (obwis) non pantai yang sayang untuk dilewatkan, salah satunya Watu Gendong di Kapanewon Ngawen. Menyuguhkan bebatuan raksasa di tengah padang rumput membuat tempat itu sangat Instagramable.

Untuk mencapai obwis yang berada di Pedukuhan Tungkluk, Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul ini pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan darat 47 kilometer dari jantung Kota Yogyakarta. Untuk akses jalan sendiri sangat mudah dan sudah beraspal.

Terlebih, Watu Gendong sendiri berlokasi di pinggir jalan. Namun, setibanya di obwis tersebut saat sore hari detikcom tidak mendapati petugas di pintu masuk. Suasana di Watu Gendong juga cenderung sepi.

Melongok lebih jauh, detikcom mendapati bebatuan berukuran sangat besar tersebar di padang rumput. Letak bebatuan berwarna hitam ini tidak berpola dan cenderung acak.

Hal tersebut membuat banyak pengunjung yang menjadikannya sebagai latar belakang berfoto. Tampak pula beberapa gazebo di antara batu-batu besar tersebut. Selain itu terdapat pula kursi di beberapa titik untuk memudahkan berfoto ria.

Suasana di Watu Gendong juga terbilang masih asri karena berada di antara perbukitan. Namun, sangat disayangkan masih banyak ditemukan sampah di atas bebatuan tersebut. Di mana hal itu mengurangi keindahan Watu Gendong.

Perlu diketahui, kata Watu Gendong sendiri merupakan bahasa Jawa yang memiliki arti batu yang digendong. Masyarakat setempat meyakini batu-batu tersebut berasal dari Gunung Merapi yang dibawa dengan cara digendong. Oleh sebab itu masyarakat menamai lokasi ini Watu Gendong.

kata pengunjung

Salah seorang pengunjung bernama Wira (31) mengaku baru pertama kali mengunjungi Watu Gendong. Wira menilai yang membuatnya tertarik adalah bebatuan yang berada di Watu Gendong, mengingat ukurannya sangat besar.

"Baru pertama kali ini, niatnya mau ke Gunung Gambar tapi lewat tadi kok ada ini (Waru Gendong) terus mampir. Kalau menurut saya bagus ya, masih natural dan tidak banyak yang diubah-ubah,"

Selain itu, dia menilai fasilitas di Watu Gendong terbilang lengkap. Namun, dia menyayangkan kurang terawatnya lokasi tersebut karena masih banyak ditemukan sampah khusunya di sekitar bebatuan.

"Untuk fasilitas oke, ada toilet, ada musala dan ada Wi-Fi yang gratis juga tadi. Nah, sayangnya kurang perawatan saja. Tapi itu mungkin karena Corona kemarin juga yang membuat sepi pengunjung, padahal tempat ini bisa jadi lebih bagus lagi kalau terawat," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Hary Sukmono menjelaskan, bahwa pihaknya tidak mengelola langsung Waru Gendong. Pasalnya masyarakat setempat yang mengelola Watu Gendong, mengingat Watu Gendong masuk dalam salah satu desa wisata Beji.

"Itu dikelola masyarakat setempat yang tergabung dalam wadah desa wisata. Karena di Kalurahan Beji Ngawen berdekatan dengan hutan Wonosadi dan sebagai bagian desa wisata Beji Ngawen," ujarnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar