Selasa, 03 Agustus 2021

3 Tempat Paling Asyik di Sisi Selatan Sungai Thames


Travelingkuy88 - Siapa yang tidak mengenal Sungai Thames di Inggris? Sungai sepanjang 346 km ini melewati Kota London, membelahnya menjadi dua sisi, Utara dan Selatan.

Masing-masing sisi memiliki keunikan tersendiri. Konon katanya, sisi Utara (Northbank) sarat dengan kehidupan gemerlap dan serba cepat, sementara sisi Selatan (Southbank) lebih nyeni dan santai. Sebagian besar area di tepi sungai Thames, terutama Southbank, sangat ramah pejalan kaki.

Terdapat jalur batu lebar yang dihiasi taman-taman mini dan pepohonan. Terasa teduh dan nyaman. Ada banyak kursi taman untuk mereka yang ingin duduk sambil menikmati kilauan riak Sungai Thames di kala senja.

Di malam hari, lampu-lampu taman yang ditempatkan strategis memberi kesan temaram romantis, cocok untuk mereka yang ingin kencan di area ini. Selain membahagiakan pejalan kaki, jalur Southbank juga merupakan surga bagi para turis.

Di sepanjang rute ini, khususnya dari Tower Bridge ke arah Westminster Bridge, ada banyak bangunan dan landmark unik dan bersejarah. Mulai dari jembatan, katedral, museum, sampai wahana untuk anak.

Jempol untuk Pemkot London karena bisa menempatkan banyak destinasi wisata di lokasi yang mudah dicapai. Jadi, jika Anda tengah berada di London saat musim panas, lupakan bus Hop On-Hop Off untuk berkeliling kota dan cobalah rute ini.

Saking banyaknya destinasi wisata antara di jalur Southbank, saya hanya akan menceritakan tiga tempat terfavorit saya. Sebab kalau ditulis semua, mungkin sudah bisa jadi satu buku saku.

Ketiganya adalah Tower Bridge, Borough Market dan Galeri Tate Modern yang masing-masing punya kenangan tersendiri bagi saya.

1. Tower Bridge

Dari 35 jembatan yang ada di London, Tower Bridge adalah jembatan terfavorit saya. Selain sangat dekat dari asrama kampus (hanya butuh sepuluh menit berjalan kaki), Tower Bridge adalah jembatan paling ikonik di London.

Terlihat sangat megah dengan dua menara cantik di kedua sisinya. Diresmikan pada tahun 1894, jembatan ini awalnya tidak boleh dibangun oleh Ratu Victoria.

Pasalnya, sang ratu tidak ingin ada bangunan buruk, termasuk jembatan, yang berada di sekitar Tower of London, yang saat itu merupakan salah satu kastil keluarga kerajaan. Akhirnya diambil jalan tengah, jembatan dibangun dengan gaya Neo-Gothic sehingga memiliki nilai estetika yang sebanding dengan Tower of London.

Singkatnya, nggak akan bikin malu sang ratu. Selain megah, Tower Bridge juga unik, karena merupakan gabungan antara jembatan gantung dan jembatan angkat.

Pada jam-jam tertentu, kita bisa menyaksikan daun jembatan diangkat untuk memberi jalan bagi kapal-kapal berukuran besar yang tengah melayari Sungai Thames. Satu-satunya kenangan saya dengan Tower Bridge adalah ketika saya rela telat masuk kuliah untuk melihat jembatan ini beraksi.

Saking terkesimanya melihat atraksi jembatan yang melipat perlahan ke atas, saya sampai lupa mengabadikannya dengan kamera. Biarlah, pengalaman ini cukup tersimpan di memori saya saja.

2. Borough Market

Setelah Tower Bridge, tempat favorit saya selanjutnya di jalur Southbank adalah Borough Market yang terletak tak jauh dari London Bridge, sekitar 15 menit berjalan kaki dari Tower Bridge. Borough Market adalah salah satu pasar terbesar dan tertua di London, beroperasi sejak 1756.

Pasar yang kaya sejarah ini awalnya hanya melayani grosir untuk penjual sayur di London selatan. Kini, Borough Market adalah pusat artisan makanan dunia. Di tempat ini kita bisa menemukan speciality foods, produk makanan yang dibuat dari bahan berkualitas tinggi.

Biasanya hanya dijual dalam jumlah kecil dan harganya sedikit lebih mahal dari pasar lainnya. Sebagaimana Kota London yang menjadi melting pot bagi imigran dari berbagai benua, Borough Market juga menjadi tempat berkumpulnya para artisan dari seluruh pelosok Inggris dan dari berbagai negara.

Seru sekali mendengar mereka bercakap dalam berbagai bahasa ibu masing-masing. Saat berinteraksi dengan pembeli, Bahasa Inggris mereka pun diwarnai oleh dialek unik daerah negara asal mereka. Saya suka menyambangi pasar ini di awal bulan, saat kondisi dompet masih sehat.

Begitu melewati gerbang dengan tiang-tiang hijau tinggi bergaya Art Deco, hidung kita akan disergap berbagai aroma. Harumnya kopi Turki yang baru diseduh, wanginya deretan Danish pastry yang mentul kecoklatan dan bau khas tajam menusuk dari keju biru Perancis bercampur jadi satu.

Dua tempat yang sering saya datangi di pasar ini adalah kios pasta Italia yang dibuat fresh dan kios penjual shawarma khas Timur Tengah yang kaya rempah. Sempat melipir sedikit keluar jalur, kita kembali berjalan menyusuri jalan batu di tepi Sungai Thames menuju landmark favorit saya yang terakhir.

3. Tate Modern

Sekitar 12 menit dari Borough Market kita akan tiba di depan sebuah bangunan persegi panjang berwarna cokelat yang menghadap ke sungai. Meskipun dari luar terlihat suram dan tidak menarik, bangunan ini adalah Tate Modern, galeri seni yang paling banyak dikunjungi di Britania Raya.

Tate Modern menempati bekas Stasiun Pembangkit Listrik Bankside yang selesai direnovasi pada tahun 2000. Rangka gedung pembangkit listrik yang terbuat dari batu bata dan ditopang struktur baja tetap dipertahankan oleh para renovator.

Hasilnya adalah bangunan monumental bergaya Industrial Cathedral dengan cerobong asap tunggal setinggi 99 m di tengahnya. Bangunan utama galeri ini terdiri dari empat lantai, di mana lantai 2, 3 dan 4 dibagi ke dalam dua sayap, timur dan barat. Masing-masing berisi 11 ruang pameran.

Sebagaimana museum dan galeri di Inggris, kecuali untuk pameran temporer. Pengunjung bisa menikmati karya seni di Tate Modern dengan gratis.

Galeri ini khusus menampilkan karya seni modern dan kontemporer dari tahun 1900-an, termasuk masterpiece para legenda seperti Andy Warhol, Jackson Pollock dan Salvador Dali. Saat sedang mumet dengan tugas kuliah, saya sesekali mampir ke Galeri Tate Modern untuk menikmati karya seni unik dan keheningan sudut-sudut galerinya. Salah satu mood booster terbaik bagi saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar