Rabu, 08 September 2021

Jelajah Desa Wisata? 5 Destinasi Ini Wajib Dikunjungi


Travelingkuy88 - Indonesia memiliki sekitar 75.000 desa dan sekitar 1.200 di antaranya berpotensi menjadi desa wisata. Adapun hadirnya desa wisata ini bertujuan untuk mendorong kebangkitan pariwisata berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi #DiIndonesiaAja.

Beda dari destinasi wisata lainnya, desa wisata menawarkan banyak pengalaman berwisata. Memadukan keindahan alam, budaya, dan ciri khas desa, desa wisata yang satu ini cocok untuk alternatif liburan yang seru dan mengasyikkan usai pandemi. Berencana liburan usai pandemi di desa wisata? Berikut 5 desa wisata di Indonesia yang wajib dikunjungi.

1. Desa Wisata Batulayang, Jawa Barat

Buat kamu yang rindu dengan suasana alam yang sejuk, asri, dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan, Desa Wisata Batulayang cocok untuk dikunjungi. Terletak di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kamu bisa merasakan berbagai pengalaman seru mulai dari glamping (glamour camping), arung jeram, wisata air terjun, hingga off-road.

Uniknya, di sini kamu juga bisa menikmati wisata edukasi membuat kerajinan tangan yang sering dibuat warga setempat. Bahkan, beberapa kerajinan terbuat dari bahan baku limbah makanan dan minuman. Bicara soal kerajinan tangan, kamu juga bisa membeli produk karya UMKM lokal sebagai oleh-oleh dari Jawa Barat seperti Jamooga.

2. Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta

Berniat mengunjungi Yogyakarta? Pastikan kamu datang ke Desa Wisata Nglanggeran. Di sini, kamu bisa menikmati keindahan sunrise dari ketinggian 700 mdpl di Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran. Cobalah juga untuk trekking atau jalan santai menuju Air Terjun Kedung Kandang yang terbentuk dari susunan batuan vulkanik bertingkat.

Tak hanya itu, rasakan juga pengalaman membuat aneka olahan cokelat di pusat oleh-oleh Griya Cokelat Nglanggeran. Bahkan, kamu juga bisa merasakan sensasi membuat susu kambing etawa mulai dari proses pemerahan hingga proses pengolahannya. Saat mampir ke Yogyakarta, pastikan juga untuk beli batik khas Yogyakarta khas UMKM lokal seperti koleksi Indo Risakti.

3. Desa Wisata Kandri, Jawa Tengah

Ingin mengunjungi desa wisata menarik lainnya? Kamu bisa follow akun Instagram @pesonaid_travel untuk mengetahui informasi tentang berbagai wisata, seperti Desa Wisata Kandri. Desa ini menawarkan pengalaman belajar seni tabuh lesung, salah satu kesenian di Desa Wisata Kandri. Ada pula kesenian lainnya seperti ketoprak, wayang kulit, wayang suket, jathilan, sampai Kirab Sesaji Rewanda yang juga bisa kamu pelajari.

Usai mengenal budaya lokal, kamu pun bisa seru-seruan memacu adrenalin lewat river tubing 'Ngintir Kalijogo di Kali Kreo. Jangan lupa juga untuk mencicipi sego kethek atau nasi monyet, yakni nasi yang dibungkus dengan daun jati dengan aneka lauk seperti ayam, ikan teri, belut, oseng daun pepaya dan lainnya. Pastikan juga untuk membeli koleksi batik khas UMKM lokal Jawa Tengah seperti milik Batik Rifaiyah.

4. Desa Wisata Penglipuran, Bali

Berkunjung ke Bali belum lengkap rasanya jika tak mengunjungi desa yang jadi surganya para pencinta karya seni. Pasalnya, di sini kamu bisa menemukan berbagai kerajinan seni mulai dari anyaman bambu, aksesori, dan pernak-pernik khas lainnya. Menariknya, kamu bisa belajar dengan perajin lokal untuk membuat kerajinan tangan tersebut. Bicara soal kerajinan tangan khas Bali, kamu juga bisa membeli koleksi UMKM Manika yang menawarkan aneka aksesori unik.

Saat mampir di Desa Wisata Penglipuran, pastikan untuk tidak melewatkan kuliner khas yang menggugah selera, yakni loloh cemcem dan tipat cantok. Loloh cemcem merupakan minuman tradisional berwarna hijau yang terbuat dari aneka rempah. Sementara itu, tipat cantok adalah kombinasi ketupat dan berbagai sayuran yang direbus dan diaduk dengan bumbu kacang.

5. Desa Wisata Maria, Nusa Tenggara Barat

Terletak di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Desa Wisata Maria menawarkan keunikan budaya asli Suku Mbojo. Di sini, kamu bisa merasakan pengalaman membuat tembe nggoli atau sarung nggoli, tenun khas masyarakat Bima. Kain ini biasanya terbuat dari benang kapas atau katun memiliki warna cerah.

Selain itu, kamu juga bisa melihat keunikan uma lengge dan jompa, cagar budaya yang berfungsi menyimpan hasil pertanian masyarakat di Desa Maria. Uma lengge berbentuk menyerupai gazebo dengan atap tinggi yang terbuat dari rumput alang-alang. Sementara itu, jompa berbentuk seperti rumah panggung tinggi yang memiliki atap terbuat dari genteng.

Ingin melakukan hal seru lainnya? Lihatlah atraksi ekstrem 'ntumbu tuta' atau adu kepala yang merupakan ritual masyarakat Bima. Adapun tradisi ini biasanya diiringi oleh tabuhan gendang dan alat musik khas masyarakat Bima.

Nah, itu dia 5 desa wisata seru dan anti mainstream yang bisa dikunjungi usai pandemi. Saat ini, pengembangan desa wisata menjadi salah satu program yang sedang digencar oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno sesuai dengan RPJMN 2020-2024. Dalam hal ini, Kemenparekraf menargetkan 244 desa wisata bersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Dari 244 desa wisata, 150 desa wisata berada di 5 Destinasi Super Prioritas.

"Program ini harus mencakup desa wisata di setiap DPSP. Kita harapkan desa wisata ini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja. Dan tentunya, pengembangan desa wisata menekankan aspek berkelanjutan," jelasnya.

Selama beraktivitas di desa wisata, pastikan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 6M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, serta menghindari makan bersama. Segera juga lakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan atau sentra vaksinasi terdekat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar