Minggu, 26 September 2021

Menikmati Sunset dan Pasir Putih di Lamin Guntur Teluk Sumbang, Berau

Travelingkuy88 - Kampung Teluk Sumbang di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur baru-baru ini merilis program desa sadar wisata. Teluk Sumbang adalah sebuah kampung di bagian selatan Kabupaten Berau yang merupakan daerah pesisir. 

Di kampung tersebut, dihuni dua suku yang arif, yakni Suku Dayak Basap yang merupakan penduduk asli dan Suku Bugis yang merupakan warga pendatang. 

Teluk Sumbang memiliki keindahan pantai pasir putih yang luas yang masih jarang ditemukan di Kalimantan Timur.

Teluk Sumbang terkenal pula dengan hutan dan air terjun yang sangat eksotis, kekayaan wisata alam yang unik dan masih belum banyak diketahui wisatawan, serta berbagai produk budaya seperti anjat rotan dan budaya Adat Dayak Basap.

Dengan berani membuat program Desa Sadar Wisata, otomatis membuat Teluk Sumbang wajib memperkaya spot-spot wisata dan tempat menginap. Wisatawan mancanegara dan domestik yang semula hanya mengenal Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau, sedikit demi sedikit mulai bergeser ke Teluk Sumbang.

Wisatawan pun mulai memilih tempat penginapan yang nyaman yang memberikan layanan wisata lengkap. Mulai dari paket menginap, menyelam, snorkeling, memancing dan wisata hutan. Lamin Guntur, namanya. Tidak perlu merogoh kocek yang dalam untuk dapat menginap di dalamnya. Menginap di Lamin itu, wisatawan akan disuguhi pemandangan indah laut dan pantai dengan pasir putih.

Lokasi Lamin Guntur berada di Pantai Lamin, Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau. Pengunjung yang ingin berwisata ke pantai Lamin Guntur, dapat menggunakan kendaraan sepeda motor, mobil pribadi atau jasa kapal sewa dan ditempuh dalam waktu 30-50 menit.

Lamin Guntur juga dekat dengan Kampung Teluk Sulaiman dan Kecamatan Biduk-biduk. Fasilitas yang ditawarkan sangat representatif karena dilengkapi area permainan pantai, restoran, bar, tempat meditasi dan yoga dan area latihan selam. Sedangkan ruang kamar di Lamin Guntur tidak perlu menggunakan pendingin ruangan, sebab udara pantai sangat dingin dan deburan ombak yang terdengar begitu nyaman. Hanya memerlukan tempat tidur dan pewangi ruangan agar kenyamanan tidur semakin tercipta. Pihak Lamin Guntur juga menyediakan peralatan diving di area laut dengan pemandangan koral dan snorkeling untuk selam dangkal. 

Wisatawan dan tamu Lamin bisa menikmati sunset setiap hari. Tamu juga bisa jogging di pantai dengan bentangan pasir putih di sepanjang bibir pantai. Gulungan ombak yang tinggi menambah daya tarik tersendiri bagi peselancar untuk menghabiskan waktu liburan. Air laut dan pantainya yang bersih serta jauh dari permukiman penduduk menyajikan suasana tenang, damai dan nyaman bagi pengunjung. Selain itu, ada goa kelelawar di sisi kanan pantai.

Pemilik Lamin Guntur, Ronal Lolang mengatakan, tempat tersebut didirikan tahun 2017 dan setiap tahun jumlah kunjungan wisatawan ke selalu bertambah. Lamin Guntur dibangun untuk menarik wisatawan datang ke Teluk Sumbang. Lamin tersebut adalah persembahan cinta terdalam untuk istri Ronal Lolang, Ibu Pink, yang sudah tiada. “Banyak wisatawan mancanegara dan domestik yang datang dan menginap di cottage ini. Sedangkan kalau warga lokal, juga banyak yang datang untuk menikmati sunset dan menikmati makan dan minum di cottagel. Lokasi restoran berhadapan langsung dengan laut,” kata Ronal. Meski sangat cantik dan nyaman, namun ada kendala yang harus dihadapi wisatawan di Lamin Guntur. Ronal mengaku, kendala yang dihadapi pihaknya dan pengunjung hotel yakni ketiadaan jaringan telekomunikasi atau ponsel. Wisatawan benar-benar kesulitan untuk mengakses internet dan menelepon. Ronal berharap, para pengusaha provider mau memasang menara dan perangkat Base Transceiver Station atau BTS untuk jaringan telekomunikasi seluler dan internet.

Di sini memang tidak ada jaringan, tapi nyaman. Wisatawan harus siap tidak memiliki sinyal ponsel selama beberapa waktu, namun itu juga menyenangkan, sehingga proses wisatanya semakin terasa,” katanya. Ronal berharap Pemerintah Kabupaten Berau dapat mengenalkan Kampung Teluk Sumbang kepada dunia. “Ini bukan hanya jadi kiblat wisata nasional, tapi juga bisa menjadi kiblat wisata internasional dan mengalahkan Pulau Derawan,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar