Selasa, 07 April 2020

Liburan Murah Meriah ke Sibolga Tapanauli Tengah


Travelingkuy88 - Liburan Murah Meriah ke Sibolga Tapanauli Tengah Jalan-jalan dengan budget seminim mungkin tapi tetap bisa mengunjungi banyak tempat adalah impian para traveler, khususnya yang masih sekolah atau kuliah dan belum berpenghasilan. Beberapa bulan lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu kota penghasil ikan terbesar di Sumatera Utara, yaitu Sibolga. Terkenal sebagai penghasil ikan terbesar, Sibolga dikelilingin oleh lautan luas.  Karena berada di sekitar laut, Sibolga memiliki banyak wisata pantai yang indah sampai pulau-pulau kecil yang unik dan memiliki air yang cukup bersih.

Untuk menuju ke Sibolga, dibutuhkan waktu kurang lebih 6-8 jam dengan kendaraan bermotor dari Kota Pematangsiantar. Meningkatnya angka pengunjung setiap bulan membuktikan kalau pemerintah Sibolga sangat serius dalam hal mempromosikan tempat wisatanya. Hal itu pula yang membuat saya tertarik mengunjungi Sibolga dan melihat langsung pemandangan yang ada di sana. Katanya sih selalu di puji para pengunjung yang mendatangi tempat tersebut.

Saya dan salah satu teman saya menyiapkan itinerary baru kami selama di Sibolga. Kami membuat list tempat yang akan dikunjungin agar menghemat waktu dan biaya perjalanan selama di sana sekaligus meminimalisirkan budget traveling. Karena ini kali pertama kami mengunjungi Sibolga, maka yang dimasukkan hanya tempat wisata yang kira-kira tak jauh dari tempat kami menginap nantinya.


Sebelumnnya kami sudah mencari daftar harga hotel atau penginapan murah yang ada di Sibolga. Kami pun membuat list dari yang mahal sampai termurah berdasarkan informasi yang kami dapat dari  mesin pencarian online dan aplikasi booking hotel. Sibolga adalah daerah wisata, jadi wajar sekali jika sulit mencari penginapan dengan harga murah meriah. Hingga akhirnya kami terpikir untuk menghubungi teman kami yang kebetulan tinggal di daerah Pandan, sekitar 20 menit dari pusat kota Sibolga. Akhirnya, dia pun merekomendasikan kami menginap di salah satu penginapan yang ada di Pandan. Biayanya pun cukup murah, yaitu Rp. 90.000 per malam.

Setelah selesai merundingkan masalah penginapan, akhirnya kami lanjut ke transportasi dan konsumsi yang diperlukan selama di Sibolga. Untuk meminimalisir biaya, kami memutuskan membawa kendaraan motor pribadi karena selain membuat pengalaman yang lebih menyengakan, jika dipikir dari segi biaya menggunakan sepeda motor akan lebih menekan biaya hingga 50%. Itu cukup besar karena kami bisa mengalihkan biaya untuk konsumsi selama perjalanan.

Biaya menggunakan transportasi umum ke Sibolga mencapai Rp 90.000 sekali berangkat per orang. Jika dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi, biaya yang kami keluarkan untuk berangkat setara dengan Rp 100.000 untuk dua orang. Belum lagi ada sisa bahan bakar yang bisa kami gunakan setelah dari Sibolga. Cukup menekan pengeluaran jika menggunakan kendaraan pribadi, kan? Hanya saja, bila menggunakan sepeda motor, kami akan sulit melanjutkan perjalanan bila tiba-tiba turun hujan. Setidaknya kami bisa mengantisipasi dengan membawa jas hujan.


Soal makanan, kami tidak terlalu memikirkannya karena kebetulan kami punya kenalan yang nantinya bisa membantu kami mencari makanan murah atau malah kami dapat makanan gratis dari dia. Untuk antisipasi, kami sudah siap untuk mengurangi porsi makanan kami selama di sana jika budget yang kami miliki sudah sangat terbatas. Mungkin banyak yang berpikir kalau kami seakan menyiksa diri demi jalan-jalan. Sebenarnya kami tidak merasa seperti itu karena ada kesan tersendiri yang dirasakan. Hal semacam itu yang belum tentu bisa didapatkan kalau berjalan-jalan dengan budget berlebih.

Perjalanan kami pun dimulai dari Parapat hingga ke Porsea. Beberapa kali kami berhenti di minimarket untuk sekedar beli camilan atau permen. Kami berangkat sekitar jam 11.00 dari Pematangsiantar dan sampai sekitar jam 14.00 di Tarutung. Akhirnya kami memutuskan berhenti untuk makan siang di warung kecil yang kami perkirakan tidak akan menguras kantong kami.

Diperjalanan sempat turun hujan yang membuat kami kesulitan untuk melanjutkan perjalanan. Oh ya, saat menuju ke Sibolga, kami sempat melihat Gua atau semacam terowongan yang berada di jalan dan itu sesuatu yang menakjubkan karena kami bisa menikmatinya langsung dari kendaraan kami. Setelah menempuh waktu perjalanan sekitar dua jam dari Tarutung, akhirnya kami tiba di Sibolga jam 17.00. Kami pun menemui teman kami yang akan mengantarkan ke penginapan.

Sampai di penginapan, kami heran dengan penampilannya karena terkesan kotor dan tak terurus. Ya sudahlah, karena kami pun mendapatkannya dengan harga yang murah meriah. Kami mencoba untuk tak peduli dengan kondisi penginapan dan hanya lanjut tidur karena besok akan memulai petualangan.

Esoknya kami bangun lebih awal untuk mencari sarapan murah dan khas dari Sibolga, yaitu mie tek-tek. Setelah itu, kami mulai mengunjungi satu persatu tempat yang ada di itinerary kami. Mulai dari Pantai Indah Pandan, Air Terjun Sihobuk, Pantai Bosur Kalangan, hingga Pantai Pia. Semua lokasi wisata yang kami kunjungi tidak dipungut biaya masuk alias gratis. Setelah puas berpetualang, kami pun memutuskan untuk beristirahat karena esok pagi kami harus segera pulang. Sekian cerita perjalanan kami yang murah meriah. Ingat ya, jalan-jalan itu gak harus mahal lho!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar