Sabtu, 12 Juni 2021

Cicalengka Dreamland Mulai Ramai


Travelingkuy99 - Pesona Jawa Barat memang tak pernah habis. Di Cicalengka ada wisata sunnah rosul yang bisa dijelajahi.

Ya, inilah Cicalengka Dreamland di Kabupaten Bandung. Tempat wisata yang satu ini berbeda karena nuansa islaminya.

Tulisan I Love Al Quran menjadi ikon dari Cicalengka Dreamland. Di bawahnya tersedia area bersantai dengan rumput sintetis dan bean bag untuk rebahan.

Siang ini, Jumat (11/6) matahari terik menyengat. Suasana terlihat sepi, hanya segelintir wisatawan yang terlihat. Mereka pun berteduh di area makan sambil menyeruput minuman dingin dari foodcourt UMKM.

"Kalau siang memang sepi, karena panas. Ramai itu kalau pagi dan sore karena sudah sejuk," ujar Ira Chairunisa, PR Cicalengka Dreamland.

Semenjak pagi hingga siang hari Cicalengka Dreamland sudah dikunjungi sekitar 150 wisatawan. Menuju sore hari rombongan keluarga mulai tampak.

Ada yang datang bersama anak, tak sedikit pula yang nongkrong dengan sahabat. Sambil foto-foto, wisatawan tampak ceria.

Cicalengka Dreamland memiliki 10 spot foto, 7 wahana dan 3 area bersantai. Spot fotonya bertema islami, mulai dari api neraka, pintu surga hingga sayap malaikat dibuat sangat apik.

Anak-anak paling suka bermain di area bersantai. Rumput sintetis membuat mereka bebas berlarian tanpa alas kaki. Contohnya Anissa yang berumur 7 tahun.

"Dari Pekanbaru, ke sini ke rumah saudara. Terus main ke sini, "ucapnya.

Sementara spot-spot foto digandrungi oleh pasangan muda dan millenial. Seperti Rina dan Gunawan, mereka rela datang dari Majalengka untuk main ke sini.

" Tahu tempat ini dari Instagram. Ini pertama kalinya, InshaAllah ke sini lagi sama keluarga. Tempatnya bagus," kata Gunawan.

Untuk masuk ke Cicalengka Dreamland, wisatawan cukup membayar tiket masuk Rp 20 Ribu per orang dewasa dan Rp 15 ribu khusus anak usia 4-10 tahun di hari biasa. Sementara weekend hanya tambah Rp 5 ribu dari hari biasa.

Sayang, keceriaan tak berlangsung lama karena hujan mulai mengguyur Cicalengka. Kabut menutupi pemandangan dan udara menjadi dingin.

"Kalau sudah kabut, di sini enggak kelihatan apa-apa. Banyak yang pulang karena kabut," jelas Ira. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar