Sabtu, 10 Juli 2021

fakta menarik subang, punya desa siluman hingga negeri diatas awan

 


Travelingkuy88 - Subang merupakan kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Luas wilayah kabupaten ini 1.893,95 km persegi. Jumlah penduduknya mencapai 1.552.925 jiwa pada 2017.

Subang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Indramayu di timur, Kabupaten Bandung Barat di selatan, dan Kabupaten Purwakarta serta Kabupaten Karawang di barat. Kabupaten ini juga dilintasi jalur yang paling sibuk di Pulau Jawa terlebih saat Lebaran yakni Jalur Pantura. Kecamatan yang berada di jalur ini yakni Ciasem dan Pamanukan.

1. Nanas Simadu

Nanas merupakan komoditas perkebunan utama di Subang. Kecamatan Cagak menjadi kawasan perkebunan nanas terluas di Subang yang mencapai 3.171 hektare. Jumlah produksi nanas di Subang bahkan mencapai ratusan ribu ton per tahun.

Nanas khas Subang yang bernama Simadu merupakan ikon kabupaten ini. Sesuai namanya rasa nanas ini manis bak madu. Sebenarnya, semua nanas yang ditanam di kabupaten ini berjenis sama yakni varietas Smooth Cayenne. Dari nanas varietas ini yang ditanam biasanya tumbuh nanas dengan kualitas yang lebih menonjol daripada yang lainnya.

Nanas dengan kualitas super itulah yang kemudian disebut nanas Simadu. Biasanya hanya ada satu atau dua buah nanas simadu yang bisa ditemukan dalam satu kuintal hasil panen. Oleh karena itu, nanas Simadu punya harga yang lebih mahal. Untuk memastikan apakah yang anda beli nanas Simadu asli, sentil kulit nanasnya jika nyaring berarti itu nanas Simadu yang asli.

Subang mempunyai desa yang namanya tak biasa yakni Desa Siluman. Nama desa ini mulai terkenal sejak isu dana desa siluman yang ramai diperbincangkan. Ternyata asal usul namanya yang terkesan horor itu awalnya diberikan ketika seorang sesepuh bernama Bah Tinggi menjadi kepala desa pertama di sana. Kebetulah Bah Tinggi tinggal di sekitar aliran Sungai Cisiluman di wilayah itu, akhirnya dijadikanlah nama desa.

Berdasarkan cerita turun-temurun yang beredar, wilayah Siluman ini dijadikan tempat persembunyian para pejuang saat dikejar penjajah. Para pejuang yang bersembunyi ke wilayah tersebut kemudian tidak bisa ditemukan lagi oleh musuh. Ada pula cerita bahwa banyak orang dari luar desa yang tersesat saat memasuki Desa Siluman. Mereka yang datang dibuat bingung dan hanya berputar-putar tak bisa keluar.

3. Tradisi Gantangan

Di Subang ada tradisi unik bernama Gantangan. Keunikannya yakni bila ada warga yang punya hajat, bisa “berutang” pada masyarakat setempat, baik uang atau bahan pokok. Biasanya tradisi ini dilakukan secara kolektif oleh masyarakat di kawasan Pantura, sebagai modal bagi si pemilik hajat.

Tokoh masyarakat akan membentuk panitia untuk mencari anggaran dengan berkeliling ke rumah-rumah masyarakat setempat sambil membawa wadah khusus bernama ‘Gantang’. Barang yang disumbangkan bisa berupa beras, bahan pokok, uang, dan lainnya.

Nantinya pemilik hajat wajib mengganti sumbangan tersebut sesuai dengan angka, maupun bentuk sumbangannya jika masyarakat lainnya memiliki hajat. Masyarakat setempat lebih suka menganggap tradisi itu sebagai arisan karena akan menerima dan mengembalikan barang ke masyarakat lainnya di waktu mendatang.

4. Kuliner Serba Nanas.

Mengingat produksi nanas yang melimpah di Subang, kuliner di kabupaten ini jadi berbahan dasar serba nanas. Ada dodol nanas yang rasanya manis nan legit, keripik nanas yang gurih, dan yang paling unik ada nasi goreng nanas.

Menu ini menyajikan nasi goreng dengan potongan nanas utuh di dalamnya. Rasa gurih dari nasi goreng dan potongan nanas yang segar nan manis berpadu dengan lezat. Sajian ini bisa dijumpai di restoran atau hotel di Subang.

5. Negeri di Atas Awan

Subang memiliki banyak wisata alam yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya Bukit Pamoyanan. Bukit ini bahkan disebut sebut sebagai 'negeri di atas awan tanah Pasundan'. Berlokasi di Desa Kawungluwuk, Tanjungsiang, bukit ini menawarkan pengalaman menyaksikan sunrise yang indah.

Bukit ini juga memiliki area berkemah untuk wisatawan bermalam menunggu matahari terbit. Saat bangun di pagi hari para pelancong akan disambut dengan hamparan lautan awan yang memukau.

6. Pertunjukan Sisingaan

Subang mempunyai pertunjukan rakyat bernama Sisingaan. Sesuai namanya, pertunjukan ini menggunakan boneka berwujud singa yang ditandu oleh empat orang. Singa tiruan ini biasanya dinaiki dua orang anak.

Wujud singa dipilih oleh masyarakat sebagai upaya menyindir bangsa Eropa ketika wilayah perkebunan Subang dikuasai secara bergantian oleh Inggris dan Belanda pada 1812. Masyarakat subang menjadikan lambang kebesaran negara tersebut sebagai sebuah permainan rakyat.

Pertunjukan ini biasanya untuk menghibur anak-anak yang akan dikhitan. Anak-anak itu akan diarak keliling kampung dengan meriah sebelum mereka disunat.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar